1. Annisa
Yuniar Yasmin A1B115001
2. Maulida
Fitriani A1B115012
3. Munawarah A1B115014
4. Tuti
Alawiyah A1B115023
5. Fathurrahman A1B115028
6. Friska
Martika Santi A1B115029
7. M.
Rasyadi A1B115036
8. Yosi
Khairunnisa A1B115048
A. PENGERTIAN KARYA ILMIAH
Karya ilmiah adalah laporan
tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang
telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika
keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. (Wikipedia.com).
Karya ilmiah merupakan karya tulis
yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis,
disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta
didukung oleh fakta, teori dan atau bukti-bukti empirik (Wardani : 2007 :1.6).
Menurut
Dalman (2009 : 76) Karya ilmiah adalah tulisan yang memiliki bobot akademis
tertentu, ditinjau dari aspek organisasi tulisan, substansi masalah, akurasi
data, dan penyajianya.
Karya Ilmiah dapat dibagi menjadi karya ilmiah murni dan karya ilmiah popular. Karya Ilmiah Murni disebut juga dengan karya ilmiah akademik, yaitu karya ilmiah yang ditulis oleh para ilmwan dan akademisi berdasarkan hasil penelitian dan hasil pemikiran atau kajian pustaka dengan bahasa baku atau bahasa keilmuan. Sedangkan Karya Ilmiah Populer adalah karya ilmiah yang disajikan dengan gaya bahasa yang popular sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.
Karya Ilmiah dapat dibagi menjadi karya ilmiah murni dan karya ilmiah popular. Karya Ilmiah Murni disebut juga dengan karya ilmiah akademik, yaitu karya ilmiah yang ditulis oleh para ilmwan dan akademisi berdasarkan hasil penelitian dan hasil pemikiran atau kajian pustaka dengan bahasa baku atau bahasa keilmuan. Sedangkan Karya Ilmiah Populer adalah karya ilmiah yang disajikan dengan gaya bahasa yang popular sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.
Di
perguruan tinggi, khususnya jenjang Sarjana, mahasiswa dilatih untuk
menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi
(tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil,
tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada
mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan
penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam
bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan
kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan
penelitian.
B. CIRI-CIRI
KARYA ILMIAH
o Logis
o Sistematis
o Objektif
o Netral
o Karya ilmiah
menyajikan definisi
o Menggunakan
bahasa baku
o Tidak
pleonastis
o Komponen karya ilmiah bervariasi
sesuai dengan jenisnya
Sikap Ilmiah :
a.
Sikap ingin tahu
b.
Sikap kritis
c.
Sikap objektif
d.
Sikap ingin menemukan
e.
Sikap menghargai karya orang lain
f.
Sikap tekun
g.
Sikap terbuka
C.
JENIS-JENIS KARYA ILMIAH
Secara
garis besar, karya ilmiah diklasifikasikan menjadi dua, yaitu Karya Ilmiah
Pendidikan dan Karya Ilmiah Penelitian (Arifin, 2006:15).
1. Karya
Ilmiah Pendidikan
Karya Ilmiah Pendidikan terdiri dari:
a. Paper
(Karya Tulis)
b. Praskripsi
c. Skripsi
d. Tesis
e. Disertasi
2. Karya
Ilmiah Penelitian
Fuad menyatakan (dalam http://fuad30.blog.friendster.com)
yang termasuk karya ilmiah penelitian di antaranya:
1. Makalah
Seminar
Makalah Seminar meliputi sebagai
berikut:
a. Naskah
Seminar
b. Naskah
Bersambung
2. Laporan
Hasil Penelitian
3. Jurnal
Penelitian
Berbeda dengan pendapat di atas Tugino
(dalam http://tugino230171.wordpress.com)
menjelaskan bahwa karya tulis ilmiah terbagi menjadi 8. Adapun tambahan
jenis karya ilmiah yang dinyatakan Tugino sebagai berikut:
1. Makalah
2. Artikel
Ilmiah
3. Artikel
Ilmiah Populer
4. Kertas
Kerja
5. Resensi
6. Kritik
7. Esai
8. Laporan
D. SYARAT-SYARAT KARYA ILMIAH
Ø Karya tulis ilmiah menyajikan fakta
objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi
spesifik.
Ø Karya tulis ilmiah ditulis secara
cermat, tepat, benar, jujur dan tidak bersifat terkaan. Dalam pengertian jujur
terkandung sikap etik penulis ilmiah yakni mencantukan rujukan dan kutipan yang
jelas.
Ø Karya tulis ilmiah disusun secara
sistematis setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual dan
prosedural.
Ø Karya tulis ilmiah menyajikan rangkaian
sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang indusif yang mendorong pembaca
untuk menarik kesimpulan.
Ø Karya tulis ilmiah mengandung pandangan
yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis.
Ø Karya tulis ilmiah hanya mengandung
kebenaran faktual sehingga tidak akan memancing pertanyaan yang bernada
keraguan. Penulis karya ilmiah tidak boleh memanipulasi fakta, serta tidak
bersifat ambisius dan berprasangka, penyajian tidak boleh bersifat emotif.
Assalamualaikum.Wr.Wb
BalasHapusNama:Yuliana
Nim:A1B115026
Perwakilan dari kelompok 3
Saya ingin bertanya kepada kelompok 1. Materi di atas sudah dijelaskan tentang pengertian,jenis,ciri-ciri, dan syarat karya ilmiah. Disana juga dibahas Karya ilmiah terbagi menjadi dua,yang pertama (1) karya ilmiah murni dan (2) karya ilmiah populer. Bisakah kalian jelaskan kembali apa maksudnya dan berikan contohnya menurut pemahaman kalian?
Terimakasih
Menurut kami, karya ilmiah murni adalah karya tulis yang disajikan secara sistematis, teoritis, dan bersifat ilmiah. Kajian yang dibahas di dalamnya meliputi hasil dari sebuah penelitian, dalam penulisannya karya ilmiah murni menggunakan beberapa variabel untuk mendapatkan sebuah kesimpulan akhir.
HapusKarya ilmiah populer adalah karya tulis yang disajikan dengan cara yang mudah dipahami oleh masyarakat, baik melalui bahasanya maupun topik yang disajikannya. Topik yang disajikan mengenai hal-hal kehidupan sehari-hari atau hal-hal yang tidak asing bagi masyarakat awam.
Perbedaan antara ilmiah populer dengan ilmiah murni (skripsi, tesis, desertasi, dan lain-lain) terletak pada bahasa penyampaian yang digunakan. Karya tulis ilmiah murni ditampilkan dalam bahasa baku dan sangat terikat dengan kaidah bahasa Indonesia resmi. Sementara ilmiah populer ditampilkan dengan bahasa yang lebih luwes, serta dapat dipahami masyarakat umum.
Contoh dari karya ilmiah murni adalah makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan jurnal penelitian. Sedangkan contoh dari karya ilmiah populer adalah cara memelihara kesehatan di usia tua, mengembangkan kreativitas buah hati, managemen waktu yang efektif dan lain-lain.
Terima kasih.
Assalamualaikum Wr. Wb.
BalasHapusNama : Septi Sriningsih
Nim : A1B115019
Perwakilan Kelompok 5
Pertanyaan :
Apa jenis kalimat yang biasanya digunakan dalam karya tulis ilmiah? Bolehkah jika misalnya saya menggunakan bahasa sendiri? Atau harus resmi semua? Atau menurut kalian bagaimana? Terima kasih
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Jenis kalimat yang digunakan dalam karya tulis ilmiah adalah kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat dipahami oleh pendengar atau pembaca karena pemakaian atau pemilihan katanya hemat, tidak bertele-tele dan sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia.
HapusMenurut kami, dalam penulisan karya ilmiah tidak boleh menggunakan bahasa sendiri atau semaunya. Karena karya ilmiah berdasarkan penelitiannya, menggunakan bahasa yang tepat. Jika menggunakan bahasa sendiri ataupun penalaran itu pasti menggunakan emosional atau perasaan, sedangkan pada karya ilmiah menyajikan fakta bukan menyajikan berdasarkan perasaan atau emosional. Fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan pernyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Warakatuh
BalasHapusNama: Rahmatiah
NIM: A1B115043
Perwakilan Kelompok 2
Pertanyaan: Pada syarat-syarat ilmiah dijelaskan bahwa Karya tulis ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik.Yang saya ingin tanyakan, dapatkah kalian menjelaskan secara terperinci dan mudah dipahami maksud dari kalimat tersebut?Terutama pada penggalan kalimat menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik. Terima Kasih, wassalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh.
Menurut kami, yang dimaksud dengan aplikasi hukum alam adalah setiap karya ilmiah yang disajikan pastinya akan mendapat tanggapan yang berbeda-beda dari para pembaca. Pembaca dibiarkan mengambil kesimpulan sendiri berupa pembenaran dan keyakinan akan kebenaran tulisan ilmiah tersebut. Jadi aplikasi hukum alam yang dimaksud di sini adalah pemikiran atau pendapat yang berbeda-beda, baik buruknya dari para pembaca.
HapusAssalamualaikum
BalasHapusNama : Asha Cita P. E.
Nim : A1B115004
Kelompok 4
Di atas kawan-kawan sudah memaparkan tentang jenis karya ilmiah, dan pada poin kedua Fuad mengatakan Makalah Seminar sebagai bagian dari jenis karya ilmiah. Tolong jelaskan lebih rinci tentang makalah seminar! Dan Tugino menyatakan ada 8 jenis karya ilmiah, di dalamnya ada kertas kerja. Tolong jelaskan lebih rinci tentang kertas kerja!
Terima kasih.
Terimakasih pertanyaannya.
HapusJadi, menurut Fuad makalah seminar terbagi menjadi dua yaitu Naskah Seminar dan Naskah Bersambung.
Naskah Seminar adalah karya ilmiah yang berisi uraian dari topik yang membahas suatu permasalahan yang akan disampaikan dalam forum seminar. Sedangkan naskah bersambung adalah bentuk tulisan bersambung yang mempunyai judul dengan topik yang sama, hanya penyajiannya saja yang dilakukan secara bersambung, dan pada saat pengumpulan data penelitian dalam waktu yang berbeda.
Menurut Tugino, kertas kerja adalah salah satu jenis karya ilmiah. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan.